Remaja dan Generasi Instan

Thursday, 4 September 2014
Rabu, 03 September 2014 10:41 wib | Kampus Okezone.com



ilustrasi

DI era teknologi yang semakin canggih, tak dapat dimungkiri bahwa kita sudah terbiasa dengan segala macam kemudahan untuk mengerjakan segala hal. Kita jadi terbiasa mendapatkan segala sesuatu dengan cepat. Dulu, untuk berkirim surat kita harus repot  pergi ke kantor pos, dan menunggu selama paling cepat dua hari. Sekarang, dengan kecanggihan alat komunikasi seperti email, SMS, dan segala macam aplikasi pengirim pesan; cukup sekali klik, pesan yang kita tuju ke orang lain bisa sampai hanya dalam hitungan

IP Ninja

Tuesday, 2 September 2014
from: kartunNgampus
Agak sedikit kesal dan kecewa sih liat nilai IP semester ini. Mungkin salah gue juga yang terlalu cuek saat itu, entah kenapa semangat buat belajar sempat drop dan terlalu banyak main-mainnya. Pembagian KHS itu kemarin, gue udah datang sekitar jam 8 pagi; padahal KHS dibagi jam 12 (rajin kan gue? haha) dan langsung ambil posisi di kantin seperti biasanya. Gak lama kemudian datang Rosa sambil bilang gini " Fir, mau ambil KHS ya hari ini? " dengan santai gue jawab

Antara Budaya Antri dan Pelayanan Publik

Monday, 1 September 2014


terbit: September 2013, Atjehlink

Senin(24/2) adalah tanggal dimana mahasiswa dari 2 prodi (Bahasa Inggris dan Matematika) di STAIN Malikussaleh Lhokseumawe membayar biaya SPP mereka di salah satu bank daerah di kota Lhokseumawe. Para mahasiswa baik putra maupun putri saling berdesak-desakan untuk sampai di loket pembayaran, jika pada hari biasa jaraknya dapat dicapai dalam beberapa langkah dari gerbang masuk bank tersebut,namun hari itu bahkan

Pendidikan Dalam Keluarga

* terbit: 07 Juni 2014, Harian Serambi

DI era modern ini, berbagai macam metode pendidikan terus berkembang. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Sekolah sebagai lembaga pendidikan juga dipandang tak hanya sebagai tempat untuk menuntut ilmu, bagi beberapa orang tua

I AM BACK!!

Wednesday, 21 May 2014
Akhirnya, setelah melanglang buana kagak jelas (sebenarnya jelas, lingkungan gue cuma rumah, kampus, dan hotspot wifi) gue balik ke blog tercinta ini. Dan sekarang gue udah berubah jadi MAHASISWI (ecciieeeeee :D) banyak yang berubah dari diri gue sendiri. Harusnya sikap gue bisa lebih dewasa, bisa ngontrol diri, tapi kenyataan kadang gak sama kayak yang selama ini kita harapin bre.

Hilang II

Wednesday, 11 December 2013


Kini semua semakin nyata
Kau tak pernah kembali,
Aku bahkan hampir lupa tatapan matamu
Atau hangatnya pelukanmu
Bahkan suaramu menjadi samar dalam ingatanku
Kita semakin saling tidak mengerti,
Saling menjauh

Mirror (part III)

Sunday, 1 December 2013


Gadis itu mendatangiku semalam, ia tampak sangat tertekan, wajahnya lelah menanggung pilu, air mata tak henti keluar dari matanya, dan ia menggigil sambil mendekap kepingan hatinya yang hancurdan setangkai mawar yang telah menghitam. Perih rasanya melihat ia datang dengan keadaan seperti ini, “dia meninggalkanku...” katanya lirih “aku menunggu dia datang, menunggu dia untuk menepati janjinya. Tapi dia pergi..” saat gadis itu berbicara, jemarinya bergetar memegang mawar hitam itu dan tangannya mendekap kepingan hatinya itu. “ aku tak tahu dengan apa yang terjadi pada diriku sekarang, gigil yang mendalam menyerangku setiap malam. Air mata ini tak berhenti mengalir, dan perih yang kian pedih menghujamkan jarum tepat di jantungku. Kesepian itu sangat sakit! Aku bahkan sempat berpikir untuk menyerahkan segalanya pada orang yang mampu membuatku menghilangkan sepi ini walau hanya sementara. Rasanya sakit sekali hingga aku tak tahu di dimensi mana aku berada..” katanya lagi.