Di kantin

Wednesday, 27 November 2013


Sendirian jadi cewek disini, sello aja sih, Tapi entah kenapa ada hawa aneh . Rasanya semacam diawasi, Mungkin itu cuma paranoid aja sih.. pengen segera pergi tapi rasanya nanggung, pengen pulang rasanya malas, hahaha :D lagian hujannya jadi kayak semakin lebat aja, mana aku gak bawa jaket (lengkaplah sudah kemalanganku T^T). 

Kawan~, i’m alone here, heleepp.. eh, help! 

Eh, kalo diperhatiin, koq cowok-cowok doyan amat ama rokok pagi-pagi gini? Apa kagak sesak nafas ya nelen asap gitu? Istilah aku mah, pagi-pagi udah berasap. Padahal ya, kalo diitung-itung, sebatang rokok itu paling murah seribu, nah ntu cowok sekali berasap bisa beberapa batang, coba kalo 3 batang berarti udah tiga ribu, ntuh kalo dikali seminggu bisa jadi 21ribu, dikali sebulan bisa jadi 840ribu, wuaahh.. kaya juga ya berarti, ckckckckck.... -_-

Hari mulai merangkak naik, hujan masih setia...

Kalo hujan-hujan gini, teringat masa kecil. Bisa bebas main hujan, main becek-becek, trus semprot-semprot air ke arah kawan yang lagi melongo, hahaha palingan ntar cuma bisa cengengesan kalo dimarahin ama ibu. Nah, kalo sekarang, yang notabene udah 18 tahun, dan berstatus mahasiswi liat hujan langsung asal keluar aja main hujan gitu pasti dikira aku ini salah satu dari remaja galau yang sedang putus cinta (kasihan amat ya? Hiks). 

Boys, go out from here please~~ T^T

Sejujurnya gak betah, tapi terpaksa di betah-betahin. Aslinya nih cuma duduk diam, buka notebook, pasang wajah sok serius (padahal lagi edit foto) dan kayak patung, gak ngomong apapun. Coba aja ada kawan seorang, udah pasti keluar nih tanduknya, ahaha :D  Yes.. Yes.. udah mulai berguguran satu-satu, semoga dosennya kalian pada masuk semua, haha jadi aku bisa tenang melenggang keluar dari kantin ini (atau seseorang yang kukenal, tolong aku supaya bisa keluar dari sini T^T)

“Fir, suka sama siapa sih?”



Judul diatas itu adalah pertanyaan dari kawan-kawan dekat aku, hehe. Kayaknya mereka bingung dengan orang yang aku suka ( susah ya nebaknya? Ahaha), soalnya ‘ntar hari ini aku suka sama si A, lusa si B, minggu depan si C (gak konsisten ya? -_-). Jadi pada bingung semua, sebenarnya siapakah yang telah mencuri hati si Firza ini? (cieelaaahh.. :D)
          Buat kawan-kawan semua, JAWABAN yang benar adalah... TIDAK ADA! Loh, koq bisa?? Emang bisa, kayaknya gak ada, soalnya saat ini tuh rasanya pada kagum, atau suka karena si cowoknya itu cool, keren (sama aja -_-), berwibawa, unik, atau gimana gitu. Pokoknya beda deh ama orang lain. Apalagi kalo si cowoknya itu punya something different di dalam diri dia (ahaaaii... ). Nah, cowok kayak gitu itu yang bikin penasaran loh.. bukan berarti suka dalam artian perasaan, Cuma suka buat “dilihat” (emangnya barang??), hahaha. Lagian aku cukup sadar diri dengan keadaan aku yang sekarang, takutnya nih kalo dipaksain buat “suka”, malah jadi suka beneran, trus patah hati lagi deh (kasihan.. T^T).
          Trus, gimana dengan Mr.A?? nah loh, aku juga bingung. Haha.. soalnya entah kenapa jadi rada-rada ragu bre.. jujur aja nih, sifat dia itu unik..trus senyumnya itu loh, haduuh.... bikin sesuatu deh kalo kata princess Syahrini, hahaha :D . kalo menyangkut urusan ama Mr.A sih itu rahasia! Bukannya pelit, tapi banyak tukang gosip yang berkeliaran (emang artis?? Pake digosipin segala...) yang seenaknya aja buat kesimpulan sendiri, trus nyebar-nyebar kayak orang obral baju yang udah lama gak laku. Nyebelin kan?
          Intinya adalah buat saat ini (kayaknya) belum ada yang benar-benar aku suka (ehem), dan aku juga berusaha buat gak mainin perasaan aku sendiri, coba jujur dengan hati dan logika (perasaan juga pake logika men..). lagian sedang menikmati menjadi Mahasiswi (haha, bukan sok sibuk. Tapi emang sibuk!), tugas kuliah uga belibet amat dah.. -_-  jadi kalo ada yang nanya, “Fir, suka sama siapa sih?” maka akan aku jawab dengan pernyataan “rahasia” (biar dikira sesuatu gitu lohh.. :D), biar aja penasaran, toh bukan gara-gara aku yang nanya itu penasaran. Haha..
          Sekian curcol dari saya, kalo mau koment silakan tapi jangan mengandung unsur SARA ye.. soalnya ntar bisa diaduin ke pihak yang berwajib (jiaah??) ahaha :D. Kalo mau sharing saya buka kesempatan seluas lapangan sepak bola (hah?!). wassalam :D


Sudut Ruang 12, Kampus Alue Awe
27 November 2013

Buat Si Kawan

Monday, 25 November 2013


kau terlalu tinggi menggantung ambisi
hingga tak sadar mereka meninggalkanmu 
demi tercapai urusan pribadi,
kau olah dengan atas nama persatuan
tidak menghargai waktu adalah kebiasaanmu
dan kau malah menyerangku
saat targetmu tak tercapai

aku hanya mengingatkan saja
jika kau tak senang,lebih baik kau katakan padaku
daripada kau terus menyemburkan tuduhan kosong terhadapku
atau ini memang hobimu?
untuk merendahkan orang lain
dan membuat dirimu seakan lebih tinggi diatas mereka?

terserah kau mau bilang apa,aku tak peduli
karena kau tak pernah peduli saat aku peduli padamu
lantas, siapa yang peduli?
entahlah,pikirkan sendiri
bukannya aku mengkhianatimu
karena sudah dari awal kukatakan,
aku akan pergi jika sudah waktunya aku pergi

wassalam



Lhokseumawe, 24 November 2013
Cermin

Perih



kita sama-sama tahu tentang sakit,
pilu yang menyayat sukma di tengah malam
dan sepi yang menggerogoti hati

sunguh aku tidak ingin melayang bersama bayangmu
yang kubutuhkan hanya genggaman tanganmu,
sebagai bukti bahwa kau itu nyata
daripada harus menunggu kabar yang takpasti
atau terbuai ilusi indahmu

menunggumu adalah perih,
perih yang kunikmati walau akhirnya aku hancur
membangun kesabaran dengan air mata
menjadi tegar di hadapan mentari
                                                            
mengharapkanmu adalah perih
dan perih itu menjadi takdir
menghempaskan aku kedalam jurang tanpa ujung


Lhokseumawe, 24 November 2013
Cermin


(hanya) kebetulan



Seperti medapat hal yang pernah dimimpikan, tapi begitu dapat aku malah tak mengharapkannya. Aku benci dengan situasi ini, memangnya salah? Toh kali ini aku tak berharap demikian. Mungkin lebih baik aku menjauh untuk sementara waktu, gerah juga rasanya selalu terjebak pada situasi yang sama setiap harinya. Begitu sulit tuk memahami, sehingga bukannya dekat, malah terasa semakin jauh.
Kali ini seperti masa lalu yang terputar, namun dengan keadaan yang berbeda, pemeran yang berbeda, hanya masalahnya yang mungkin sama. Aku tak tahan hanya memandangi dengan mimpi yang menggantung di atas kepalaku.
Percakapan-percakapan yang tak bisa kumengerti. Padahal harusnya aku yang tahu, hanya AKU. Kenyataannya ialah aku tak bisa mengetahui apa yang ingin kuketahui. Ada semacam jurang diantara aku dan dia.
Keluar dari duniaku, selalu memakai topeng yang sama, bertingkah yang sama. Aku tak biasa membebankan masalahku ke orang lain, semua kutanggung sendiri. Aku membenci senja yang dulu kucintai, aku membenci malam yang memenjarakanku dalam tangis. Sepi yang membuatku iri pada mereka. Mereka bahagia, tapi aku tidak. Aku juga ingin seperti mereka, tapi tidak pernah kudapatkan. Demi menghibur diri, terpaksa kuciptakan kebahagiaan semu dari mimpi dan khayalan yang terindah yang tidak mungkin terjadi.
Ah, ini semua hanya kebetulan saja bukan??



Alue Awe, 22 November 2013
Cermin

Bisakah (?)

Thursday, 21 November 2013

Bisakah aku menahanmu?
hanya untuk sekejap menyesap anggur dari hatimu
Suatu waktu dalam irama hujan, aku menemukan diriku di sudut dimensi yang lain
Sedang memeluk mimpi, entah sampai kapan
menunggu dirimu dalam ilusi

Kekecewaan ini membutakan mataku
Aku lebih memilih untuk hidup dalam mimpi,
 oleh karena itu ‘tak perlu bangun untuk melihatmu menghilang
Tentu saja tak mudah membekukan api yang menjalar
Atau menghilangkan semua duri mawar
atau mengubah takdir


Bisakah aku tak mengenalmu?
bagiku ini lebih baik daripada mengiris sepi di tengah malam
Atau mengharap pada angin membawamu kembali


Bisakah aku melawan takdir?
Walau setelah itu, aku akan melumat luka dan menetesinya dengan cuka
Hanya untuk melupakan apa yang terjadi
Dan aku tetap disini, menunggu kabar dari angin
Entah sampai kapan



Alue Awe, 21 November 2013
Cermin

Sajak Abu-Abu

Wednesday, 13 November 2013
Kuteguk secangkir rindu dalam mabuk
Kukutuk waktu yang meninggalkanku sendiri
Dalam samar aku mencari sosok
Meraba jalan walau dipermainkan oleh rasa
Huruf –huruf berlompatan dalam kepalaku
Berebut menyusun diri menjadi kata

Ada yang hilang dalam hampa
Di setiap lorong tanpa cahaya
Tersesat oleh labirin-labirin tanpa makna
Saat cahaya adalah mimpi yang indah
Saat itu pula kau hilang bersama kabut

Mereka benar,
Gigil ini begitu dingin dan menyakitkan
Menusuk tanpa ampun berkali-kali
Lalu ia pergi seakan tak pernah kembali
Namun ia terus menghantui dalam mimpi

Kuteguk lagi secangkir rindu dalam mabuk
sambil tetap mengutuk waktu
dibawah langit abu-abu



Ruang 12, Alue Awe
13 Nopember 2013